Senin, 14 Januari 2013

Refleksi Terakhir


Nama : Muhamad Galang Isnawan
NIM    : 12709251021
Prodi  : P.MAT-A

Allah Dulu, Allah Lagi, dan Allah Terus
(Refleksi 14 Januari 2013)

Ass. Wr. Wb.
Secara garis besar, filsafat mempelajari 3 hal, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Filsafat pada dasarnya mengajarkan setiap subjek pebelajarnya untuk menjadi sensitive terhadap semua fenomena yang terjadi. Kesensitifan ini pun mengarahkan kita kembali kepada kodrat kita sebagai mahluk ciptaan Allah SWT. Adapun kodrat kita sebagai seorang hamba menurut Al-Qur’an meliputi:
1.        Menyembah kepada Allah SWT (Beriman)
Manusia dalam ajaran Islam diartikan sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Hal ini mengindikasikan bahwa tugas utama manusia di dunia ini tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuk menyembah kepada Allah SWT. Menyembah dalam hal ini dapat diartikan sebagai beribadah, beriman, dan bertakwa hanyalah kepada-Nya. Adapun hal tersebut dapat kita cerminkan dengan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini telah dijelaskan dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. Al-Bayyinah ayat 5.
2.        Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal)
Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk Allah yang tertinggi (QS. At-Tien ayat 4). Di samping sebagi makhluk tertinggi dan hamba Allah, manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan dimuka bumi (QS. Al-Isra’ ayat 70). Selain itu, Allah juga menegaskan bahwa manusia ditumbuhkan (diciptakan) dari bumi dan selanjutnya diserahi untuk memakmurkannya (QS. Hud ayat 16 dan QS. al-An’am ayat 165).
Alam semesta dalam hal ini dapat kita artikan sebagai segala sesuatu yang ada di alam semesta ini beserta isinya, yang meliputi manusia, alam, binatang, dan lain sebagainya. Hal ini mengindikasikan bahwa memakmurkan segala sesuatu yang ada di alam tersebut beserta isinya adalah tugas selanjutnya yang harus dilakukan manusia. Memanfaatkan alam semesta dapat diartikan sebagai menggunakan alam semesta sebagai subjek belajar demi kemaslahatan umat. Akan tetapi, ada satu hal yang perlu ditekankan bahwa janganlah kita berlebih-lebihan dalam memanfaatkan alam semesta ini, apalagi sampai harus menimbulkan kerusakan terhadapnya.
Peduli terhadap orang lain pun, merupakan tujuan manusia yang tersirat dalam pembahasan ini. Hal ini dimaksudkan bahwa duka satu orang muslim adalah duka kita. Sebisa mungkin kita menjadi tentaranya Allah SWT dalam hal memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.
3.        Membentuk Sejarah dan Peradaban (Berilmu)
Manusia dibekali potensi akal oleh Allah SWT yang dapat dipergunakan dalam hal kemaslahatan umat. Manusia bisa menggunakan potensi akal tersebut untuk memanfaatkan alam semesta dan belajar banyak dari hal tersebut untuk kemudian menggunakannya demi kemajuan sejarah dan peradabannya. Menuntut ilmu sampai akhir hayat demi kehidupan yang lebih baik, itulah sekiranya maksud dalam hal ini. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini telah dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 20.
Inilah sekiranya kodrat utama manusia sebagai seorang hamba. Kodrat ini dapat kita artikan juga sebagai tujuan hidup kita yang sebenarnya. Semoga kita semua dapat bermanfaat bagi umat. Amin.
Was. Wr. Wb.

Referensi:
http://krapyak.org/2012/07/25/tujuan-hidup-manusia/