Nama : Muhamad Galang Isnawan
NIM : 12709251021
Prodi : P.MAT-A
Allah
Dulu, Allah Lagi, dan Allah Terus
(Refleksi 14 Januari 2013)
Ass. Wr. Wb.
Secara garis besar,
filsafat mempelajari 3 hal, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Filsafat
pada dasarnya mengajarkan setiap subjek pebelajarnya untuk menjadi sensitive terhadap
semua fenomena yang terjadi. Kesensitifan ini pun mengarahkan kita kembali
kepada kodrat kita sebagai mahluk ciptaan Allah SWT. Adapun kodrat kita sebagai
seorang hamba menurut Al-Qur’an meliputi:
1.
Menyembah kepada Allah SWT
(Beriman)
Manusia dalam ajaran Islam
diartikan sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Hal ini mengindikasikan bahwa tugas
utama manusia di dunia ini tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuk menyembah kepada
Allah SWT. Menyembah dalam hal ini dapat diartikan sebagai beribadah, beriman,
dan bertakwa hanyalah kepada-Nya. Adapun hal tersebut dapat kita cerminkan
dengan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi segala
larangan-Nya. Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini telah dijelaskan dalam QS.
Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. Al-Bayyinah ayat 5.
2.
Memanfaatkan Alam Semesta
(Beramal)
Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk
Allah yang tertinggi (QS. At-Tien ayat 4). Di samping sebagi makhluk tertinggi
dan hamba Allah, manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan
dimuka bumi (QS. Al-Isra’ ayat 70). Selain itu, Allah juga menegaskan bahwa
manusia ditumbuhkan (diciptakan) dari bumi dan selanjutnya diserahi untuk
memakmurkannya (QS. Hud ayat 16 dan QS. al-An’am ayat 165).
Alam semesta dalam hal ini
dapat kita artikan sebagai segala sesuatu yang ada di alam semesta ini beserta
isinya, yang meliputi manusia, alam, binatang, dan lain sebagainya. Hal ini
mengindikasikan bahwa memakmurkan segala sesuatu yang ada di alam tersebut
beserta isinya adalah tugas selanjutnya yang harus dilakukan manusia.
Memanfaatkan alam semesta dapat diartikan sebagai menggunakan alam semesta
sebagai subjek belajar demi kemaslahatan umat. Akan tetapi, ada satu hal yang
perlu ditekankan bahwa janganlah kita berlebih-lebihan dalam memanfaatkan alam
semesta ini, apalagi sampai harus menimbulkan kerusakan terhadapnya.
Peduli terhadap orang lain
pun, merupakan tujuan manusia yang tersirat dalam pembahasan ini. Hal ini
dimaksudkan bahwa duka satu orang muslim adalah duka kita. Sebisa mungkin kita
menjadi tentaranya Allah SWT dalam hal memberikan bantuan kepada orang-orang
yang membutuhkan bantuan.
3.
Membentuk Sejarah dan
Peradaban (Berilmu)
Manusia dibekali potensi
akal oleh Allah SWT yang dapat dipergunakan dalam hal kemaslahatan umat. Manusia
bisa menggunakan potensi akal tersebut untuk memanfaatkan alam semesta dan
belajar banyak dari hal tersebut untuk kemudian menggunakannya demi kemajuan
sejarah dan peradabannya. Menuntut ilmu sampai akhir hayat demi kehidupan yang
lebih baik, itulah sekiranya maksud dalam hal ini. Untuk lebih jelasnya
mengenai hal ini telah dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 20.
Inilah
sekiranya kodrat utama manusia sebagai seorang hamba. Kodrat ini dapat kita
artikan juga sebagai tujuan hidup kita yang sebenarnya. Semoga kita semua dapat
bermanfaat bagi umat. Amin.
Was. Wr.
Wb.
Referensi:
http://krapyak.org/2012/07/25/tujuan-hidup-manusia/